Pedoman Teknis UN 2013

domnis-un-2013_final

Advertisements
By MI Islamiyah Ngampal

Dana BOS Mengakselerasi Peningkatan Akses Pendidikan Madrasah

Jakarta, 28/12). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa setiap warna negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, Pasal 34 ayat 2 menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya, sedangkan dalam ayat 3 menyebutkan bahwa wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah. Pemerintah daerah, dan masyarakat. Konsekuensi dari amanat undang-undang tersebut adalah pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat pendidikan dasar (SD dan SMP) serta satuan pendidikan lain yang sederajat.. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik di tingkat pendidikan dasar, sehingga tidak ada lagi warga miskin yang tidak bisa mengikuti pendidikan karena tidak memiliki biaya. Continue reading

By MI Islamiyah Ngampal

KEDEPANKAN MUATAN NILAI AGAMA, BUKAN PENAMBAHAN JAM BELAJAR

Jakarta, 22/01). Mantan Ketua Umum PBNU KH.Dr. Hasyim Muzadi mengaskan, untuk meningkatkan penghayatan dan ketaqwaan agama, persoalannya bukan pada banyaknya jam pelajaran agama di sekolah. Hal yang perlu dikedepankan dalam pelajaran agama di sekolah adalah mengedepankan muatan nilai-nilai yang dapat ditransformasikan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Pernyataan itu dilontarkan Hasyim Muzadi ketika ditemui di pondok pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang minggu (13/01) menanggapi revisi kurikulum 2013. Untuk diketahui dalam revisi kurikulum yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terjadi penambahan jam belajar agama dari 2 jam menjadi 4 jam di tingkat sekolah dasar (Sumber: Suara Pembaharuan edisi: 14/01).

By MI Islamiyah Ngampal

Kurikulum Pendidikan Baru Tuntas Akhir 2012

BANDUNG, KOMPAS.com � Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim menyebutkan, pembahasan dan penyusunan kurikulum pendidikan yang baru telah mencapai 25 persen dan dijadwalkan tuntas pada akhir 2012.

“Proses penyusunan kurikulum terus dilakukan, saat ini sudah mencapai 25 persen. Akhir 2012 dipastikan sudah rampung,” kata Wamendikbud di sela-sela pembukaan TOT Pembentukan Karakter pada Guru dan Kepala Sekolah di Bandung, Minggu (21/10/2012).

Tahun depan sudah ada buku dan penataan di beberapa sektor sehingga bisa digulirkan pada tahun ajaran baru 2013.

Meski demikian, dalam prosesnya masih terus menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat, pakar, dan juga dari beberapa stakeholder pendidikan di Indonesia.

Salah satunya yang mendapat respons dari masyarakat adalah terkait penyederhanaan kurikulum, termasuk melakukan pemadatan pada mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.

“Penyederhanaan kurikulum menjadi salah satu yang mendapat respons cukup signifikan, termasuk adanya pengurangan mata pelajaran seperti di tingkat SD,” katanya.

Hal itu untuk merespons adanya pendapat yang menyebutkan bahwa anak dijejali banyak pelajaran sehingga dilakukan penyesuaian dalam kurikulum baru.

Musliar mencontohkan, dalam kurikulum baru untuk tingkat SD diwacanakan hanya ada enam mata pelajaran, yakni Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

“IPA tidak ada, dalam kurikulum baru ilmu pengetahuan akan diintegrasikan dengan pelajaran lain, termasuk salah satunya ilmu bahasa dikemas dalam konteks yang lebih menarik,” katanya.

Penjaskes juga diintegrasikan dengan penerapan nilai dan karakter, mendorong kerja keras dan cinta Tanah Air. Continue reading

By MI Islamiyah Ngampal

RSBI atau Tidak, Kualitas Pendidikan Tetap yang Utama

SEMARANG, KOMPAS.com � Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan status rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) tidak akan mengubah pelayanan terhadap siswa dan kualitas pendidikan yang ada. Sekolah-sekolah harus tetap menjalankan program-program yang ada sesuai dengan rencana, termasuk sejumlah sekolah RSBI di Kota Semarang.

“RSBI itu label. Setelah dibatalkan, kami tetap berjalan sebagaimana mestinya. Paling penting tidak akan mengubah pelayanan kepada siswa karena itu yang utama,” ungkap Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Semarang Bambang Nianto Mulyo, Rabu (9/1/2013). Continue reading

By MI Islamiyah Ngampal

Pendidikan Gratis Yang Manusiawi

Mantan Presiden Afrika selatan, Nelson Mandela, mengatakan bahwa, pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk menguasai dunia. Tentu saja, hal itu diungkapkan oleh orang yang membebaskan Afrika Selatan dari politik apartheid itu karena mengingat betapa begitu pentingnya peran pendidikan bagi kehidupan manusia. Pendidikan bisa membawa manusia yang tadinya berada di ruang gelap gulita ke ruang yang terang benderang. Dengan pendidikan, manusia bisa terbebas dari belenggu kebodohan, kemiskinan, dan keterpenjaraan pemikiran. Karena pendidikan, jiwa manusia akan tumbuh dan membuat jiwa itu merdeka.
Pendidikan adalah upaya untuk memanusiakan manusia. Dalam bukunya, Pendidikan Yang Memiskinkan (2004, Galang Press), Darmaningtyas menuliskan, “Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau kemajuan yang lebih baik”. Dari kedua filosofi pendidikan yang dituliskan di atas, sudah cukup jelas bahwa pendidikan adalah salahsatu kebutuhan primer dalam hampir semua sendi kehidupan manusia.
Mengingat pentingnya peran pendidikan bagi kelangsungan hidup manusia, sewajarnyalah jika pendidikan menjadi hajat hidup orang banyak. Dengan begitu, perlu adanya upaya perbaikan sistem pendidikan yang ada sekarang dan internalisasi kesadaran bahwa pendidikan bukanlah komoditas bisnis.
Pendidikan, selayaknya udara, mestinya bisa dinikmati oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja tanpa harus membayar. Artinya, pendidikan seharusnya gratis tanpa terjebak dalam jurang dikotomi antara kaya dan miskin. Stigma pendidikan gratis (hanya) bagi orang miskin (tidak mampu) sudah harus dihilangkan. Oleh karena, pendidikan gratis tidak hanya milik dan diperuntukkan bagi orang miskin saja. Pendidikan gratis adalah untuk semua orang.
Tidak bisa dimungkiri, pemahaman bahwa pendidikan gratis hanya diperuntukkan bagi orang miskin malah cenderung tidak manusiawi dan diskriminatif. Sekolah-sekolah terbuka yang menyelenggarakan pendidikan gratis bagi orang miskin terkesan hanya sebuah pembenaran dari pemerintah, sehingga seolah-olah pemerintah peduli terhadap nasib Si miskin. Padahal, pada kenyataannya, sekolah-sekolah gratis hanya menjadi ajang perkumpulan para pelajar yang tidak belajar. Continue reading

By MI Islamiyah Ngampal

Ini yang Dilakukan Anak-anak Cerdas di Luar Kelas

Kebanyakan anak-anak yang cerdas hidup dengan otak yang bekerja cerdas dan memikirkan untuk tidak bertindak bodoh. Ini bukan sekadar soal kemampuan intelegensia, namun keterampilan.

Penting bagi Anda untuk menghabiskan waktu sebanyak mungkin bersama mereka dan melihat dunia tempat mereka hidup. Mereka berupaya tinggal dalam lingkungan yang tepat dan menghindarkan mereka dari berbagai jenis gangguan.

Berikut adalah lima perilaku penting yang dilakukan oleh anak-anak yang cerdas di luar kelas formal.

1) Mereka tidak bersekolah sebagai wisatawan. Anak-anak pintar mengambil bagian dalam kegiatan sekolah di luar kelas. Mereka menghadiri acara kampus dan mengikuti klub kampus.

Sebagian besar dari kesuksesan di perguruan tinggi adalah menciptakan jaringan baru dari teman-teman, termasuk dari aktivitas acara dan klub kampus. Ini tidak berarti bahwa Anda memutus hubungan dengan teman-teman lama Anda, namun ini berarti memperluas jaringan Anda. Cobalah beberapa aktivitas, mulai dari pertunjukkan teater, konser, ceramah, dan acara-acara lain yang menjadi bagian dari masyarakat.

2) Anak-anak pintar tidak hanya duduk di kelas. Mereka berinteraksi di kelas, bahkan pada saat kuliah. Jika mereka tidak dapat berinteraksi dengan guru mereka, maka mereka berinteraksi dengan rekan-rekan atau bahkan dengan diri mereka sendiri – menebak apa yang guru mungkin katakan selanjutnya, mencoba untuk menyimpulkan poin bersama-sama, mencoba untuk membuat asosiasi dengan hal-hal lain yang mereka tahu dan pengalaman lain yang mereka miliki. Kadang-kadang itu adalah perjuangan untuk membayar perhatian di kelas, namun perjuangan yang juga sering mendatangkan manfaat.

3) Ketika mereka belajar, di sebagian besar waktu, mereka hanya belajar. Anak-anak cerdas ini belajar dengan tidak melakukan hal-hal lain. Katakanlah Anda memiliki lima mata pelajaran dan masing-masing membutuhkan 2 jam belajar dalam satu minggu di rumah. Mereka akan melakukannya dengan baik. Itu artinya, hanya 10 jam mereka belajar dalam seminggu dan itu efektif.

Anak-anak lain sering menghabiskan waktu di antara waktu belajar, misalnya, bergosip dengan teman-teman dan menonton televisi. Anak-anak ini hanya memiliki sedikit usaha untuk konsentrasi.

4) Mereka berbicara dengan teman-teman dan keluarga tentang apa yang mereka pelajari di sekolah. Jika Anda tidak ingin menghabiskan beberapa waktu luang Anda berbicara tentang sekolah, Anda melakukan sesuatu yang salah.

Tetapi banyak dari kita hanya memiliki teman-teman yang tidak suka bicara tentang sekolah. Padahal, di perguruan tinggi, Anda akan menemui kebebasan untuk berbicara tentang mata kuliah dengan klub maupun dengan profesor setelah jam kuliah usai.

5) Mereka memahami bahwa jurusan atau mata kuliah yang berbeda memerlukan cara belajar yang berbeda pula. Anak cerdas tahu setiap hal tentu saja tidak sama. Di perguruan tinggi, Anda akan perlu untuk menyesuaikan diri dengan dosen yang berbeda yang memiliki cara yang berbeda untuk menjalankan kelas mereka dan cara yang berbeda untuk mengevaluasi prestasi Anda.

Hal ini juga terjadi dalam kehidupan nyata, yaitu dunia karier nantinya. Anda harus mencoba untuk menentukan bagaimana kelas dijalankan, dan bagaimana Anda akan dinilai, dan merencanakan Anda belajar sesuai mata kuliah yang Anda ikuti. Ada kelas dimana saya hanya harus membaca buku di kelas dan kelas dimana saya harus selalu membaca sebelum mengikuti suatu kelas.

Itu juga terjadi saat menghadapi guru atau dosen yang gemar memberikan tes dalam bentuk pilihan ganda atau esai. Mungkin saat akan menjalani tes dari pengajar yang suka pilihan ganda, rajin membaca saja cukup, namun, saat berada di kelas yang dinilai dengan esai , jangan berharap untuk melakukannya dengan baik jika tidak rajin berdiskusi.

By MI Islamiyah Ngampal

Bicara dalam Bahasa Inggris Kok Masih Sulit Ya?

KOMPAS.com – Sejak sekolah dasar belajar bahasa Inggris, tetapi kok enggak juga lancar berbicara dalam bahasa Inggris sampai sekarang ya? Jangankan berbicara, mengerti bacaan dalam bahasa Inggris saja sulit…

Sulit mengingat kata-katanya, sulit mengucapkannya, bingung pada diksi yang harus dipakai dalam konteks yang berbeda-beda, kata-kata bermakna beda tetapi berbunyi sama, atau fasih mengucapkan namun tak bisa menuliskan.

Keluhan ini kerap didengar dari kalangan pekerja. Pasalnya, makin banyak bidang kerja profesional di Jakarta, dan juga daerah, yang bersentuhan dengan bahasa Inggris.

Tak ayal, bahasa Inggris sering dijadikan parameter daya saing dalam berkarier di tengah era globalisasi ini. Sejumlah pimpinan mungkin akan pikir-pikir untuk mempercayakan suatu tugas pada seseorang yang diketahui hanya memiliki kemampuan bahasa Inggris, terutama kemampuan berbicara, yang pas-pasan.

Berbicara bahasa Inggris tidaklah sulit, asal mengenal kendala yang sering membuat seseorang sulit menguasainya. Direktur Wall Street Cabang Kota Kasablanka, Yusuf Seto Pangarso, mengungkapkan alasan utama seseorang selalu merasa sulit berbicara dalam bahasa Inggris. Apa itu?

“Takut salah. Ini kendala utamanya. Ketika mereka takut salah dalam mempraktekkan bahasa Inggris, mereka enggak confident (percaya diri, red),” tuturnya dalam pembukaan cabang baru Wall Street di Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (4/9/2012).

Menurutnya, kemampuan berbicara bahasa Inggris, dan bahasa apa pun, terkait dengan kebiasaan. Jika rajin berbicara dan mengulang-ulang dalam percakapan, kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris akan terasah. Oleh karena itu, temukan rekan atau tutor yang tepat untuk mendukung kemampuan Anda berbahasa Inggris.

Practice makes perfect

Yusuf mengatakan Wall Street mengusung semangat ini untuk membiasakan para siswanya berbicara dalam bahasa Inggris. Practice makes perfect, prinsip inilah yang perlu dipegang dalam cita-cita fasih berbicara dalam bahasa Inggris.

“Practice, harus berani ngomong. Atasi rasa takut untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Anggap saja kita bicara dalam bahasa ibu kita. Coba ngomong dan usahakan terus untuk practice,” tuturnya.

Yusuf mendorong, untuk mempraktekkan bahasa Inggris dalam pengalaman-pengalaman sederhana sekali pun dalam kehidupan sehari-hari. Jangan takut salah, sekali lagi, itu pesan Yusuf.

Ketika salah, justru perbedaharaan kata seseorang akan bertambah karena dia akan mencari kata yang tepat untuk mengekspresikannya.

Selain itu, tentu saja, sama dengan belajar hal-hal lain, belajar bahasa Inggris membutuhkan komitmen. Tanpa komitmen yang kuat, sulit untuk mencapai kemajuan dalam hal apa pun. Oleh karena itu, kebiasaan mempraktekkan bahasa Inggris harus disertai pula dengan komitmen untuk mengulang hal-hal yang benar dan memperbaiki kesalahan yang dilakukan.

Berbicara dalam bahasa Inggris tak sulit kok….

By MI Islamiyah Ngampal

Penting, Pendidikan Wirausaha Dikenalkan Sejak Dini

AKARTA, KOMPAS.com – Pendidikan kewirausahaan perlu diberikan kepada anak-anak. Dengan demikian, pengembangan kemampuan berwirausaha bisa dimulai sejak dini untuk menciptakan generasi muda yang mandiri.

Marketing and Customer Director Prasetiya Mulya Businees School, Iwan Kahfi, mengatakan, dalam perkembangannya selama 30 tahun, Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya menyadari bahwa pengembangan dunia wirausaha melalui pendidikan ke sekolah-sekolah perlu diupayakan agar anak-anak muda nantinya dapat menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

“Kami berharap kontribusi Prasetiya Mulya dalam menghasilkan pengusaha muda bisa terus membantu roda perekonomian di Indonesia,” kata Iwan saat membuka acara Media Gathering di FX Lifestyle Centre, Senayan, Jakarta, Jumat (19/10/2012).

Tim sudah mengunjungi sekitar lima sekolah untuk mengampanyekan pendidikan kewirausahaan di kalangan siswa sekolah menengah atas di tiga daerah di Jawa. Pengembangan pendidikan kewirausahaan, termasuk untuk anak-anak dan remaja, dikembangkan lebih lanjut melalui kompetisi menulis tentang pengembangan wirausaha bagi para jurnalis dan masyarakat umum. Kompetisi menulis tentang kontribusi pendidikan kewirausahaan ini dibagi menjadi dua, yaitu kompetisi blogging untuk kalangan masyarakat umum dan kompetisi menulis untuk para jurnalis.

Melalui pendidikan kewirausahaan, Iwan berharap pergerakan roda ekonomi Indonesia bisa terus berjalan dengan baik dengan munculnya orang-orang yang siap bersaing di dunia bisnis

By MI Islamiyah Ngampal

Pemerhati Pendidikan: Potensi Kecerdasan Anak Itu Sama

MANADO, KOMPAS.com � Pemerhati pendidikan anak serta praktisi finger print analysis dan metode Glenn Doman, E Esthywati, mengatakan, pada dasarnya potensi kecerdasan anak adalah sama.

“Ada kecerdasan anak yang memang diturunkan dari faktor DNA. Tetapi, proses ibu mengandung dalam keadaan stres juga akan memengaruhi potensi kecerdasannya,” kata Esthywati pada seminar “How to Be Smart Parents”, di Manado, Minggu (21/10/2012).

Pada seminar yang menggali lebih dalam bagaimana mengoptimalkan potensi anak melalui metode Glenn Doman serta mengembangkan bakat anak melalui analisis sidik jari, dia mengatakan, untuk mengembangkan potensi pada anak maka harus ada stimulus untuk mengeluarkannya, seperti memberikan bahan ajar dengan metode tertentu.

Menurut dia, sifat-sifat dasar manusia ditampilkan dalam beragam tipe, di antaranya personal, keseimbangan, skill atau keahlian, serta emosional. Selain itu, kata dia, sifat dasar manusia juga dapat dilihat dari tanda khusus pada setiap jari manusia.

Jari kelingking, misalkan, berkaitan dengan kemampuan dalam melakukan adaptasi, sedangkan jari telunjuk berhubungan dengan kemampuan berpikir, mengeluarkan ide-ide, pemimpin, serta imajinatif. Sementara ibu jari berkaitan dengan kemampuan membangun hubungan dengan orang lain.

Sementara itu, ditambahkan Managing Director PT Glenn Doman Indonesia, Salord Sagala, anak berpotensi memiliki potensi luar biasa dan bisa melebihi Leonardo Da Vinci, sang pelukis Monalisa dan perancang dasar tank tempur, parasut, pesawat terbang, helikopter, serta temuan lainnya.

“Berpotensi erat kaitannya dengan upaya yang harus dilakukan sehingga potensi atau kecerdasan anak keluar atau muncul,” ungkapnya.

Bahkan, menurut dia, semua anak adalah jenius, tetapi orang tua yang membuat anak tidak jenius pada enam tahun pertama.

“Sikap kita kadang kala membuat potensi anak tidak bisa tumbuh. Di antaranya kurang memberi perhatian. Ada kalanya orang tua marah atau bersikap keras. Keras boleh,” kata Salord.

Sikap keras orang tua, menurut dia, boleh saja, tetapi lebih bijaksana apabila bersikap lembut dan memberi pengertian tentang segala sesuatu.

By MI Islamiyah Ngampal